Skip to main content

Bisnis Menggiurkan dibalik Simulasi Ujian Masuk Kampus. Mau Nyoba?


Bisnis Menggiurkan dibalik Simulasi Ujian Masuk Kampus. Mau Nyoba?


“Try Out SBMPTN blablabla... gratis. Syaratnya mudah loh. Tinggal follow, tag 5 temanmu, kirim di instastory/story WA, dan kirim ke bit.ly/blablablabla. Gampang kan?”

Kalian pasti sering kan denger kata-kata manis itu? Di grup les, grup WA sukses PTN, dan lain-lain. Sebuah try Out gratis dengan soal-soal yang (katanya) pasti selevel apalagi keluar di ujian beneran. Biasanya materi SBMPTN atau Kedinasan yang berbasis Kemenkeu semacam STAN

Sebuah kabar gembira SBMPTN karena pelaksanaannya diundur yang sebelumnya dari tanggal 11 April menjadi 5-12 Juli, memang karena corona. Tapi SNMPTN tidak, 8 April tetep diumumin, memang udah dari Februari kemarin, masa kok ditunda gara-gara corona? Kan ngirimnya online dan pengumumannya juga online kan? Yang diterima alhamdulillah jadi duta pencegahan corona dan yang pasti ngga bisa ditolak.

Para petinggi LTMPT ngadain tuh yang namanya jumpa pers online pake Z**m. Katanya, diputuskan kalo materi UTBK nantinya hanyalah TPS saja. Tesnya berisi semacam Penalaran Umumn, Pemahaman Bacaan dan Menulis, Pengetehuan dan Pemahaman Umum, hingga Pemahaman Kuantitatif saja. Total soalnya hanya 80 soal dengan masing-masing sub-test 20 soal. Dan katanya juga, UTBK yang tahun ini berbeda daripada tahun 2019 kemarin. Kalo SBMPTN tahun kemarin kita ujian dulu, lalu pilih kampus dan disesuaikan dengan nilai kita. Tapi, khusus ini saat mau ujian langsung kita pilih kampusnya, gatau gimana tingkat persaingannya, apalagi hasilnya. Intinya diterima apa kagak. Sistem ini mah kembali ke tahun 2018 ke bawah. Jadi, kesimpulannya di Indonesia, sistem ujian masuk kampus negeri itu ya terserah bapak-bapak yang disana. Hehehe

Semenjak pengumuman siaran pers itu via Online, try out yang hanya berisikan materi TPS mulai bermunculan dan membanjiri sosmed kita hingga grup-grup belajar kita.

“Try Out SBMPTN blablabla... gratis. Syaratnya mudah loh. Tinggal follow, tag 5 temanmu, kirim di instastory/story WA, dan kirim ke bit.ly/blablablabla. Gampang kan?”

Rata-rata camaba seperti kita ini pasti gampang terbuai rayuan indah ala-ala mbak SPG HP Cina yang biasanya suka nongkrong di mal-mal. Eh, lumayan tuh, ku tag aja deh teman-temanku. Seribet-ribet apapun syaratnya, yang penting kalo yang namanya gratis pasti gamau nolak. Kecuali, beberapa anak yang memang dikasih uang jajan lebih sama orang tuanya dan/atau bersedia menyisihkan sebagian uangnya demi masa depan, An Incredible sacrifice!. Berkat teknik MLM simpel tetapi berefek besar ala ini, Try Out ini menjadi populer di kalangan siswa. Saat ku scroll story-story ig, kebanyakan Instagram Storiesnya pada posting story tentang ini, yang merupakan “tiket masuk” Try Out gratis ini. Saat aku buka grup-grup media belajar di WA sama TG, isinya bukan hanya tanya-tanya soal saja, tetapi banyak juga sharing-sharing promosi dari ig. Aku aja sering di tag sama teman-temanku yang sebenarnya biar dia dapat tiket masuknya.

Tetapi, banyak juga yang sebel sama orang-orang yang selalu ngespam demi dapat tiket gratis itu. Sampai akhirnya ada yang bikin aturan : “yang mengirim spam BC, akan di kick”. Makin keder tuh yang kepengen Try Out gratis. Tapi, kalau sharing-sharing, lalu di screenshoot lalu dihapus tuh spamnya, bisa juga kok. Toh, kakak-kakak admin platform try out yang kepengen cari banyak uang dan banyak follower dengan menjual masa depan calon mahasiswa juga gabakalan tuh liatin satu-satu. Ngapain sih mereka liatin ribuan orang bukti syarat tiket masuknya? Ngabisin waktu tau, mendingan benerin tuh soal-soal yang bakal diluncurin sama sistemnya yang dipake. Tapi, ada juga kakak-kakak tentor yang liatin buktinya di google form, diposting di instastorynya, ketahuan ada calon peserta yang tidak jujur. Upload foto dia sama teman-temannya. Katanya, langsung diblacklist.
Setelah saya mengirim buktinya, nanti sama kakaknya dikirim kode Try Out via email atau WA, trus bilang “Harap dijaga, ngga boleh ilang. Ngga boleh juga ya dishare SS ini”. Kodenya sih biasa, bukanlah nomor belasan digit kayak nomor handphone. Tetapi tulisan-tulisan yang menyangkut dengan try out ini. Biasanya disuguhi tanggal pelaksanaannya sama penyelenggaraannya. Pernah, suatu kasus. Cewe gw kelupaan kode try outnya. Panik tuh dia. Setelah kutelusuri, kodenya pada sama. Yaudah gw kirim, dan ternyata, aku sama dia bisa sama-sama pake. Hmm.... good strategy oh yeah.

Namun, apakah kualitas Try Outnya bisa menjamin? Tidak semudah itu ferguso. Ada yang alhamdulillah lancar jaya pas waktu pelaksanaan, tetapi ada pula yang bermasalah saat dijalanin tuh.
Pernah ada tuh suatu kasus, Try Out diadain cuma 1 hari. Jadwalnya sesuai dengan jam TO, mulai jam 7 sampai jam 10 malam. Linknya dikirim jelang waktu pelaksanaannya. Katanya, kalo ngumpulinnya lewat deadline, diancem gak dicatat dan dimasukkin di perankingan. Ngerjainnya di Google Form. Tapi, pesertanya puluhan ribu. Ya traffic lah pea. Banyak yg komplain tuh, sampe ada juga admin Try Out sebelah bilang di kolom komentarnya, “Gimana rasanya Try Out di sebelah? Mendingan ke sini aja”. Eh taunya diapus tuh komennya sama si empunya TO yang bermasalah itu. Diprotes pula sama si admin yg ngomong itu. Akhirnya, platform yang sempet traffic itu pun memperpanjang waktu pelaksanaan try out sampai besok pukul 10 pagi. Agak mendingan lah, bisa ngga bareng-bareng. daripada serentak kayak tadi malah jadi lemot. Ibarat jalan raya, yang kapasitas mobil motornya kalo mau lancar maksimal 100 kendaraan. Eh, taunya diisi ribuan mobil, ya macet lah, begitu contoh sederhananya.

Kalau mau yang kualitasnya lebih baik, bisa saja tuh yang berbayar. Fasilitasnya beragam, ada yang bisa rasionalisasi ala Ripaajg, try out berkali-kali (ada yang paketan, ada yang per try out harganya), ada pembahasannya juga. Dijamin kan lebih sedikit yang ikut, hasilnya bisa lebih memuaskan. Ada harga ada rupa. Tetapi, yang berbayar saja ada saja yang banyak gangguan, jadi kurang puas pelayanannya. Atau, kalau mau layanannya lebih menjamin, pakai platform terpercaya yang sudah lama jadi andalan siswa-siswi seperti Ruangguru atau Zenius. Sudah banyak review yang penggunanya sudah diterima di PTN impian dengan jurusan bergengsi. Ada juga yang kariernya sudah menjadi orang sukses. CMIIW

Perkara semacam ini pernah dijelaskan oleh Indra Sugiarto, seorang motivator dan juga CEO dari @Masukkampus. Menurutnya, banyak siswa mencurahkan keluh kesah mereka karena mengikuti Try Out yang dapat dikategorikan kurang bertanggung jawab. Mereka merasa Try Out yang mereka ikuti tidak sesuai dengan standar Try Out pada umumnya. Hal ini membuat mereka sedih. Menurutnya, supaya bisa mengetahui Try Out yang dipercaya, ada hal yang harus diperhatikan seperti Perhatikan track record dari pihak penyelenggara, Lihat dari testimoni peserta, dan Ikuti social medianya. Sebenarnya, hal-hal semacam ini umum terjadi di produk-produk lain. Jadi, kuncinya adalah berhati-hati dan mau mencari informasi.

Di zaman yang serba digital dan online ini membuat semua hal yang berbau-bau digital menjadi semakin mudah. Mulai dari e-mail, e-money, e-book, e-test sampai e-sport. Apalagi, dengan adanya kasus Covid-19 yang semakin parah ini mengharuskan kita untuk beraktivitas segala sesuatu dengan bekerja atau belajar di rumah. Terlebih lagi, total kasus per 1 Mei sudah mencapai 10.551 orang, dengan jumlah pasien sembuh 1.591 orang dan meninggal 800 orang, sebuah prestasi yang fantastis bukan? Itu sebabnya platform-platform Try Out online pada akhirnya mulai bermunculan.

Jadi saya disini bukan mau ngejelek-jelekin platform try outnya, ini masukkan saja kepada adminnya, dan terutama kita-kita semua yang mengikutinya dan berharap manfaat dapat mempersiapkan lebih matang untuk mengikuti SBMPTN. Terima kasih banyak kepada kakak-kakak yang sudah susah payah menyelenggarakan try outnya, nyari bahan soal dengan segala cara, dan tentunya harus dibayar juga kerja kerasnya. Semoga Tuhan memberkahi saudara. Dan juga, semoga kritikan ini bisa bermanfaat bagi saudara. Nasehat buat adek-adek semua yang mengikuti Try-Out ini supaya lebih cermat kalau mau ikut simulasi begitu, jangan sampai ketipu. Yang berbayar aja banyak yang kualitasnya buruk, apalagi yang gratisan. Kalau bisa, lebih berhati-hati dalam memilih Try Out. Yang penting, rajin belajar dan tetap berdoa. Kalau rajin try out tetapi ngga pernah review kelemahan itu sama saja belum siap ujian.

Terakhir, saya berharap kita semua bisa meraih cita-cita yang kita impikan, tidak harus diterima di PTN atau Kedinasan. Banyak universitas swasta yang kualitasnya tidak kalah bagus dengan PTN. Memang kendala biaya. Tetapi, demi pendidikan tentunya orang tua kita pasti mau berkorban kan? Nanti, setelah kalian diterima, syukuri dengan belajar giat dan pertahankan IP kalian hingga skripsi dan wisuda, karena ijazah dan kompetensi itulah yang menjamin masa depan utama pekerjaan kita (walau juga butuh uang sama orang dalam).
Wassalam....

Comments